TV

Tingkat Kepuasan Terhadap Kinerja Jokowi Turun


Kamis, 22 September 2022 – 17:54 WIB

VIVA Politik – Lembaga survei Charta Politika merilis riset terbarunya terkait kondisi sosial politik dan peta elektoral pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Dari temuan survei, mayoritas responden menolak kebijakan kenaikan harga BBM.

Dari keterangan Charta Politica ditulis kondisi ekonomi global menyebabkan naiknya harga minyak dunia dan mengakibatkan tingginya beban keuangan negara untuk subsidi BBM. Kondisi tersebut jadi alasan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi pada 3 September 2022, untuk mengurangi beban kekuangan negara.

Lantas, responden diajukan pertanyaan sebagai berikut ‘Apakah Bapak/Ibu/Saudara setuju tidak setuju dengan hal ini?‘ Jawaban responden pun ada tiga yaitu mayoritas tidak setuju 69 persen. Lalu, setuju 22 persen, dan tidak tahu atau tidak jawab 9 persen.

“Sebanyak 69 persen responden menyatakan tidak setuju dengan kenaikan harga BBM,” demikian keterangan Charta Politika yang dikutip VIVA pada Kamis, 22 September 2022.

Survei Charta Politica terkait kenaikan harga BBM.

Survei Charta Politica terkait kenaikan harga BBM.

Photo :

  • Tangkapan layar bahan Charta Politica

Kemudian, 69 persen responden yang tak setuju BBM naik itu ditanya lebih lanjut ‘Apa yang Bapak/Ibu/Saudara lakukan terhadap kenaikan tersebut?’ Jawaban responden sebanyak 51,4 persen menyatakan diam saja dengan menerima kebijakan yang ada.

Ada juga 21,7 persen responden yang menggalang protes di media sosial mendukung petisi online terhadap pemerintah. Lalu, 17,8 persen menyatakan ikut melakukan demonstrasi di jalan menentang pemerintah. Pun, yang menjawab tidak tahu atau tidak jawab sebanyak 9,1 persen.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.