News

Presiden Jokowi Berdiskusi dengan Sejumlah Ekonom di Istana, Ini yang Dibahas



Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu sejumlah ekonom di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, (3/8/2022).

Mereka yang hadir diantaranya Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani dan Esther Sri Astuti serta Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro.

Pertemuan tersebut membahas perkembangan ekonomi di Indonesia di tengah ketidakpastian global.

“Jadi tadi kami dibriefing Pak Presiden Jokowi, situasi Indonesia pada saat dunia mengalami deglobalisasi, ternyata situasinya itu baiknya itu keliatan dari penerimaan pajak yang naik, kemudian juga ekspor naik, kemudian juga ada berapa indikator lain yang naik,” kata Ari.

Menurutnya keberhasilan Indonesia tetap mendapatkan hal positif di tengah situasi yang kompleks tersebut karena adanya upaya yang dilakukan pemerintah sebelum terjadinya pandemi dan perang Ukraina-Rusia.

Baca juga: Ekonom Prediksi Kuartal III dan Kuartal IV Tahun Ini Tingkat Konsumsi Masyarakat Naik

“Salah satu yang ditonjolkan itu adalah infrastruktur, transformasi ekonomi, perlindungan sosial, dan juga hilirisasi,” katanya.

Dalam diskusi  dengan presiden tersebut juga dibahas mengenai momentum yang harus dimanfaatkan Indonesia di tengah kondisi global yang tidak menentu. Misalnya dengan mengembangkan komponen mobil listrik karena Indonesia kaya akan Nikel dan Bauksit.

“Apalagi sekarang adalah transisi energi dunia sehingga ini momen yang bagus ketika rantai pasokan dunia sebetulnya sedang berhibernasi. Itulah sebabnya maka kita lihat tadi ada beberapa indikator bagus,” katanya.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani mengatakan meski perekonomian Indonesia diprediksi masih tumbuh hingga akhir tahun namun pemerintah tetap perlu mewaspadai inflasi pada tahun depan.

“Tahun depan satu yang mesti diwaspadai, komoditas itu bakal turun berarti  pendapatan negara akan turun. Berarti kalau subsidi kan enggak akan mampu. Berarti masyarakat harus menerima inflasi ya,” ujar Aviliani.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close