News

Pesepakbola Muslim, ‘Hat-trick’ Karim Benzema di Liga Champion Saat Ramadhan


Baru 13 menit berbuka, Benzema langsung mencetak 3 gol.

Dream – Pemain berkumis dan berjanggut bernomor punggung 9 itu terus berlari di lapangan. Pada menit ke 21, dia mengoper bola ke rekannya sesama pemain sepak bola Real Madrid, Vinicus Junior, yang berada di sayap kiri. Vinicus langsung menusuk ke dalam pertahanan Chelsea dari sayap kiri. Namun saat bek Chelsea mencoba menyergapnya, Vinicus segera mengirim umpan lambung ke dalam kotak penalti.

Di dalam kotak penalti, pria berkumis dan berjanggut itu sudah menunggu. Umpan matang itu segera disambutnya dengan sundulan kepala. Bola langsung meluncur deras ke arah kanan atas gawang kiper Chelsea, Édouard Osoque Mendy. Namun Mendy tak mampu mengantisipasi arah bola sundulan itu. Gol! 1-0 untuk Real Madrid.

Pria berkumis dan berjanggut bernomor punggung 9 itu adalah Karim Benzema, 34 tahun. Malam itu, Kamis, 7 April 20222 itu, adalah malam perempat final leg pertama yang mempertemukan Real Madrid dan Chelsea. Pertandingan digelar di kandang Chelsea, di Stadion Stamford Bridge, Inggris.

Padahal Benzema beberapa saat sebelum pertandingan itu masih berpuasa. Karena saat hari pertandingan bertepatan dengan bulan Ramadhan. Sebagai muslim yang taat, Benzema tetap menjalan ibadah puasa. Ia baru berbuka puasa saat azan Maghrib, 13 menit sebelum laga dimulai.

Namun itu bukan gol pertama dari Benzema. Kondisi mepet waktu untuk berbuka puasa dengan kenyang justru agaknya membuatnya masih lapar gol. Kehebatan Benzema dalam penempatan posisi dan insting tajam mencetak gol terlihat di proses terciptanya gol kedua di menit ke 24.

Saat itu Luka Modric dari Madrid melepaskan umpan lambung ke dalam kotak penalti dari sayap kanan. Benzema pun berlari agak menyamping di dalam kotak penalti, namun dia berhasil menyundul umpan bola itu dan mengarahkan bola ke tiang jauh kanan gawang yang lagi-lagi membuat kiper Mendy gigit jari. Gol! 2-0 bagi Madrid.

Setelah babak pertama berakhir, Real Madrid unggul 2-1 atas Chelsea. Tapi itu tak membuat Benzema terlihat kenyang dengan dua gol yang sudah dicetaknya.

Pada babak kedua, Benzema yang berperan sebagai penyerang Real Madrid, melihat kecerobohan kiper Chelsea Mendy saat mengirim umpan pendek ke bek belakang Chelsea, Anonio Rudiger. Saat itu kiper Chelsea berada di luar kotak penalti. Dengan kecepatannya Benzema coba memotong umpan pendek tanggung itu.

Dan Benzema berhasil. Ia berhasil merampas bola dari bek Chelsea dan langsung mengirim bola itu ke gawang Chelsea yang kosong. Kiper Chelsea yang berada di luar kotak penalti tidak bisa berbuat banyak melihat blunder itu. Bola pun masuk untuk ketiga kalinya ke gawang Chelsea. Gol! 3-1 bagi Real Madrid.

Benzema benar-benar lapar gol. Ia mencetak hat-trick atau tiga gol di malam itu. Ini adalah hat-trick kedua Benzema secara berturut-turut di Liga Champions setelah sebelumnya dia juga mencetak hat-trick saat menyingkirkan Paris Saint-Germain di babak terakhir yang membuat trisula Messi, Neimar, dan Mbappe angkat koper.

Bukan ini saja kehebatan Benzema. Pada leg kedua perempat final Liga Champion yang digelar sepekan kemudian, Selasa malam 12 April 2022, Benzema di babak perpanjangan waktu juga mencetak gol penentuan untuk kemenangan Real Madrid. Padahal, Benzema juga baru berbuka puasa. Kali ini malah ia hanya punya waktu jelang lima menit sebelum laga digelar.

Saat leg kedua pertandingan digelar di kandang Madrid, di Stadion Santiago Bernebue, Chelsea justru mampu unggul dari Madrid. Hingga 90 menit selesai, posisi Chelsea unggul 3-1 dari Madrid. Sehingga agregat kedua tim adalah 4-4. Maka pertandingan dilanjutkan dengan perpanjangan waktu.

Pada saat kritis itu, Benzema kembali mencetak gol melalui sundulan kepalanya di menit ke-96. Ia menerima umpan matang dari Vinicius Junior dari sayap kiri, serupa dengan proses gol pertama pada pertandingan leg pertama. Sehingga pertandingan berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Chelsea.

Walau kalah, namun dari segi agregat, Real Madrid tetap unggul dalam produktivitas gol dengan posisi 5-4 bagi Madrid. Maka, Real Madrid pun memastikan diri sebagai klub yang lolos ke semifinal Liga Champion 2022. Dan penyumbang terbanyak gol kedua pertandingan itu adalah Karim Benzema!

Dalam wawancara baru-baru ini dengan majalah Esquire, Benzema mengungkapkan bahwa berpuasa di bulan Ramadhan tidak berdampak pada permainannya. Dia berkata: ” Tidak ada dampak. Ramadhan adalah bagian dari hidup saya dan agama saya membuat Ramadhan menjadi kewajiban.”

” Bagi saya, itu sangat penting. Dan, saya merasa baik-baik saja ketika saya berpuasa,” tegas Karim Benzema.

***

Karim Benzema lahir dengan nama Karim Mostafa Benzema tanggal 19 Desember 1987 di kota Lyon, Prancis.

Ia merupakan warga negara Prancis keturunan Aljazair. Kakeknya, Da Lakehal Benzema, tinggal di desa Tigzirt, yang terletak di kota utara Aït Djellil di Aljazair sebelum bermigrasi ke Lyon, tempat ia akhirnya menetap pada tahun 1950-an. Ayah Benzema, Hafid, lahir di Tigzirt, sedangkan ibunya, Wahida Djebbara, lahir dan besar di Lyon dan keluarga ibunya berasal dari Oran, Aljazair.

Benzema adalah anak keenam. Ia tumbuh bersama delapan saudara kandung lainnya di Bron, pinggiran timur kota Lyon.

Ia kemudian menikah dengan istrinya, Cora Gauthier. Pada 3 Februari 2014, putri pertamanya Mélia lahir. Pada tanggal 5 Mei 2017, putranya Ibrahim lahir.

Sebagai seorang Muslim yang taat, Benzema selalu menjalankan puasa selama bulan suci Ramadhan. Saat berbicara tentang imannya pada majalah Vogue, Benzema  mengatakan: ” Iman saya membantu saya untuk fokus setiap hari. Keimanan ini memberi saya manfaat dan menjadi kekuatan bagi saya, keluarga saya, serta untuk pekerjaan saya.”

Karim Benzema selalu puasa© Gulf News

(Karim Benzema selalu puasa/Gulf News)

Benzema memulai karir sepak bolanya di klub kota kelahirannya Bron Terraillon SC pada usia delapan tahun. Selama di klub ia dijuluki Coco oleh teman-temannya. Setelah mencetak dua gol dalam pertandingan U-10 melawan akademi muda Lyon, dia mulai menarik perhatian klub terbesar di kota yakni Olympique Lyonnais atau Lyon.

Menurut Serge Santa Cruz, Presiden Bron Terraillon pada 1990-an, pejabat klub Lyon telah mengunjunginya secara langsung dalam upaya untuk mengontrak pemain muda itu. Namun, Santa Cruz menolak. Setelah berbicara dengan ayah Benzema, dia akhirnya mengizinkan Benzema  untuk menjalani uji coba dengan Lyon. Akhirnya Benzema resmi bergabung dengan Lyon dan dimasukkan ke dalam akademi klub.

Benzema memang memulai karir senior sepakbolanya dengan klub kota kelahirannya Olympique Lyonnais pada 2005. Di sana dia berkontribusi untuk tiga kemenangan gelar Ligue 1 bagi Lyon.

Pada tahun 2008, ia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Nasional Persatuan Pemain Sepak Bola Profesional (UNFP) dan ia tercatat  sebagai pencetak gol terbanyak liga dan memenangkan gelar keempatnya dan Coupe de France pertama.

Ia punya pahlawan di masa kecil, yakni Ronaldo, penyerang Brasil. “ Ketika saya masih muda, cara Ronaldo bermain memiliki pengaruh pada saya. Bagi saya, dia adalah striker terbaik sepanjang masa. Saya menonton video permaianan dia, dan mencoba melakukan yang dia lakukan, tetapi itu tidak mudah. Tidak mungkin untuk melakukan gerakan yang sama seperti yang dia lakukan,” kata Benzema, mengakui.

Pada tahun 2009, Benzema menjadi subyek pemberitaan media dunia   saat menandatangani kontrak dengan Real Madrid dalam transfer senilai €35 juta atau setara Rp 544 miliar. Ia dikontrak selama enam tahun.

Setelah berjuang untuk memantapkan dirinya di musim debutnya di Real Madrid, Benzema akhirnya mencapai ketenaran di Real Madrid. Ia telah memenangkan dua puluh trofi, termasuk tiga gelar La Liga, dua Copa del Rey, dan empat gelar Liga Champions UEFA, dan menempati peringkat ketiga tertinggi klub sebagai pencetak gol dan pemberi assist terbanyak sepanjang sejarah Madrid.

Karim Benzema adalah kapten Real Madrid© Dream

(Karim Benzema adalah kapten Real Madrid/Newsdelivers)

Dia dinobatkan sebagai Tim Terbaik La Liga Musim 2018–19, 2019–20 dan 2020–21, dianugerahi Pemain Terbaik liga pada 2019-20. Selama di Real Madrid, Benzema juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Prancis sebanyak empat kali.

Sebagai pemain internasional Prancis, Benzema memenangkan Kejuaraan U-17 Eropa UEFA 2004 dan melakukan debut seniornya untuk Prancis pada tahun 2007 pada usia 19 tahun. Sejak saat itu ia telah mencatatkan lebih dari 90 caps, dan menempati peringkat sebagai pencetak gol terbanyak kelima sepanjang masa bagi negara Prancis.

Menurut Celebrity Net Worth seperti dikutip harian Marca, kekayaan Karim Benzema di tahun 2022 yang diperoleh dari bermain sepak bola sudah mencapai sebesar U$ 70 juta atau Rp 1 triliun.

***

Saat musim semi berubah menjadi musim panas di Eropa, bulan April dan Mei dikenal sebagai ‘akhir bisnis’ musim sepak bola, saat trofi dan gelar diperebutkan.

Sementara,  bulan April juga merupakan awal Ramadhan tahun ini. Bulan Ramadhan adalah bulan suci bagi umat Islam ketika orang dewasa yang sehat berpuasa dari matahari terbit hingga terbenam.

Sekitar sepertiga dari populasi dunia adalah Muslim. Tidak mengherankan bahwa beberapa pesepakbola muslim terbaik di dunia juga berpuasa. Karim Benzema salah seorang di antaranya. Ia tengah berada berada di puncak permainannya selama dekade terakhir. Ia berpengalaman  membuat perubahan yang diperlukan untuk jadwal hariannya selama Ramadhan.

Karim Benzema, pencetak gol terbanyak di Liga Spanyol musim ini dengan 25 gol, dalam wawancara dengan majalah Esquire menjelaskan momen terbaiknya selama musim 2021-2022 justru terjadi saat Ramadhan. Penyerang Real Madrid ini menganalisis bagaimana puasa di awal bulan Ramadhan mempengaruhi tubuhnya sebagai seorang profesional dengan performa tinggi.

Karim Benzema saat berbuka© About Islam

(Karim Benzema saat berbuka puasa/About Islam)

Menurut Benzema, berpuasa tidak memengaruhi penampilannya sebagai pemain sepak bola dunia. “ Ramadhan adalah bagian dari hidup saya dan agama saya menjadikan Ramadhan sebagai kewajiban. Bagi saya, itu sangat penting dan saya merasa baik-baik saja ketika saya berpuasa,” katanya.

Menurut Football Espana, Benzema adalah salah seorang dari empat pencetak gol terbanyak Liga Champions sepanjang masa. Nama Benzema mungkin bukan yang pertama muncul di benak ketika memikirkan pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Liga Champions, tetapi pemain Prancis itu memiliki 79 gol yang sangat mengesankan dari 137 penampilan di kompetisi tersebut. Ia hanya berada di belakang pemain hebat, seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Robert Lewandowski.

Benzema juga tercatat mencetak gol tercepat dalam sejarah El Clasico. Benzema hanya membutuhkan waktu 22 detik untuk mencetak gol dalam pertandingan La Liga antara Real Madrid dan Barcelona pada bulan Desember 2011. Ini membuatnya menjadi pencetak gol tercepat dalam sejarah pertandingan kedua klub terbesar di liga Spanyol itu.

Saat ditanya majalah Esquire tentang usianya yang sudah 34 tahun sebagai pemain sepak bola, Benzema menjawab santai:  “ Seperti setiap tahun, saya bersyukur atas semua yang terjadi dalam hidup saya. Saya hanya mencoba melakukan pekerjaan saya dan menikmati hidup saya sepenuhnya.”

Ketika ditanya apakah pada usia itu Benzema masih lapar gelar, Benzema menjawab lugas: “ Sepak bola adalah gairah saya. Jadi, selama saya mencintai sepak bola, maka sepak bola tetap menjadi gairah saya, saya akan termotivasi olehnya. Hari ketika sepak bola tidak lagi menjadi gairah saya, saya akan berhenti bermain… dan itulah yang paling memotivasi saya di industri ini,” ujarnya.

Pada malam setelah pertandingan melawan Chelsea di leg pertama, kepada The Mirror Benzema yang disebut menjadi salah seorang favorit untuk memenangkan penghargaaan pemain terbaik dunia Ballon d’Or tahun ini,  tampak tidak terlalu antusias dengan penghargaan tersebut.

” Saya tidak bermain sepak bola untuk menjadi yang terbaik di dunia. Saya bermain untuk malam-malam seperti ini,” kata striker veteran itu setelah penampilan gemilang usai mencetak hat-trick ke gawang Chelsea.

Sebagai seorang muslim, Benzema memang berhasil mematahkan mitos bahwa berpuasa akan mempengaruhi kinerjanya sebagai pemain sepakbola profesional. Lewat aksi briliannya di kasta tertinggi sepakbola dia sudah membuktikan lewat aksinya: mencetak hat-trick atau tiga gol setelah 13 menit berbuka puasa. Sebuah prestasi yang amat sulit dicapai  oleh orang kebanyakan. (eha)





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close