News

Pembelian Pertalite Dibatasi 120 Liter per Hari, Ini yang Terjadi Jika Isi Lebih : Okezone Otomotif


JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mulai membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis pertalite untuk kendaraan roda empat atau mobil mulai awal September 2022.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan hal ini merupakan uji coba dan hanya dilakukan sementara.

“Itu (uji coba pembatasan 120 liter per mobil,red) sementara saja sebagai default di sistem. Di mana kami sedang melakukan uji coba sistem dan infrastruktur,”terangnya kepada MNC Portal Indonesia.

Lebih lanjut, Irto memaparkan, jumlah pertalite yang dibeli konsumen akan disesuaikan dengan ketentuan maupun kuota yang tersedia.

infografis

Irto juga menegaskan untuk pembatasan beli pertalite berdasarkan kriteria kendaraan belum dilakukan.

Hal ini lantaran pihaknya masih menunggu hasil revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

“Sementara itu kami juga masih menunggu ketentuan kriteria kendaraan yang bisa menggunakan BBM subsidi yang nanti akan tertuang dalam revisi Perpres Nomor 191 Tahun 2014,” tuturnya.

Adapun aturan beli Pertalite 120 liter per hari saat ini sebenarnya mengacu untuk rata-rata mobil di Indonesia.

Misalnya saja mobil di kelas Low MPV memiliki kapasitas tangki rata-rata 43 liter.

Walaupun pembatasan secara resmi belum berlaku, konsumen tidak bisa membeli melebihi jatah kuota tersebut.

“Ketika mencapai batas maksimal, secara sistem akan di-lock. Pompa di semua SPBU tidak akan bisa menyalurkan melewati batas tersebut,” ungkap Irto.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan, implementasi dari pembatasan pembelian Pertalite dan solar masih menunggu revisi peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) termasuk juga petunjuk teknis pembelian BBM bersubsidi dan penugasan.

“Itu kan kalau 191 yang lama. Yang baru ini harus lebih pas, lebih tepat, karena memang keberpihakan pada masyarakat yang pendapatannya tidak sama, yang lebih mampu itu harus ada keberpihakan. Ini sedang diproses, semoga tidak lama,” ujarnya saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM beberapa waktu lalu.

Arifin menilai, uji coba pembatasan pembelian BBM bersubsidi yang saat ini sudah dijalankan Pertamina di SPBU diperuntukkan bagi kendaraan-kendaraan komersial roda empat.

Untuk itu, ketika revisi rampung, pembatasan dapat segera dijalankan.

“(mobil) Pajero pasti udah nggak boleh. Kendaraan angkut yang pakai solar juga banyak kan yang dimodifikasi tangkinya yang harusnya tangki 120 (liter) dimodifikasi jadi 200, 300. Jadi muatannya malah banyak BBM, habis itu kemana nggak tahu,” tukasnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close