TV

Nasi dari Beras Organik dan Nonorganik, Mana Lebih Sehat?


Jumat, 24 Juni 2022 – 14:05 WIB

VIVA Lifestyle – Nasi menjadi kebutuhan utama yang perlu dicukupi dalam keseharian. Sebagai sumber karbohidrat, nasi memiliki peran sebagai sumber energi harian.

Kini, kesadaran masyarakat akan kesehatan membuat minat terhadap nasi yang lebih sehat semakin tinggi. Salah satunya adalah dengan memilih mengolah nasi dengan menggunakan beras organik.

Lantas, apa beda beras organik dengan nonorganik? Menurut Spesialis Gizi Klinik, dr. Putri Sakti Dwi Permanasari, M.Gizi, Sp.GK, AIFO-K, beras pada beras organik biasanya pemrosesannya cenderung tanpa pupuk atau pestisida selain itu diatur kondisi tanah dan pengairannya.

“Sehingga tumbuhnya sehat dan kandungan vitamin serta mineralnya terjaga dengan optimal. Cenderung alami, bulir berasnya cenderung keruh,” kata dia dalam program Hidup Sehat tvOne, Jumat 24 Juni 2022.

Sementara itu, untuk kandungan gizi antara beras organik dan organik sama. Yaitu, setiap 100 gram nasi dari beras organik dan nonorganik memiliki nilai kalori 175 kal.

“Protein, karbo tidak jauh. Untuk protein keduanya per 100gram 3 gram, mikronutrien yang berbeda, untuk jenisnya sama membedakan organik vitamin mineral cenderung lebih tinggi, untuk serat keduanya sama,” kata dia.

Ilustrasi nasi.

Di sisi lain, beras organik dinyatakan lebih sehat sebab pengolahan beras organik yang minim bahan pengawet dan pupuk membuat beras ini jauh lebih alami.

“Karena pupuknya lebih alami, pemrosesannya dari tanah, pengairan lebih alami dan biasanya tidak mengalami proses pemutihan sehingga untuk kesehatan menyeluruh beras organik bisa jadi pilihan kita sehari-hari,” ujar Putri.

Tidak hanya itu saja, pengolahan beras organik yang lebih minimal membuat beras ini memiliki manfaat kesehatan yang lebih banyak dari yang non organik.

“Salah satunya kandungan kimiawi yang rendah otomatis membuat kita terhindar dari zat kimia yang memicu penyakit kanker, penyakit yang ganggu imunitas sehingga kesehatan kita jauh lebih optimal. Selain itu, penyerapan dan nutrisi untuk tubuh kita lebih baik,” ujar Putri.

Untuk mengolah dan mengonsumsi beras organik ini, Putri menyarankan agar saat pengolahan untuk menekan agar gula darah tidak tinggi bisa tambah serat seperti biji-bijian, kacang-kacangan, chia seed, sehingga dengan serat yang cukup tinggi juga ada tambahan vitamin mineral lainnya, maka gula darah kita tetap terkontrol, menekan risiko terjadinya kencing manis, obesitas maupun penyakit jantung dan kardiovaskular.

“Kalau untuk mengonsumsinya porsi jangan berlebihan, atur sesuai kepalan tangan untuk setiap kali makan. Bisa variasi beras organik merah, hitam karena setiap warna yang berbeda itu memiliki kandungan antioksidan yang berbeda juga,” ujar dia.

Dia juga menyarankan untuk konsumsi nasi organik ketika dalam kondisi dingin. Sebab indeks glikeminya rendah sehingga mereka yang memiliki gula darah tinggi bisa mengontrol gulanya agar tidak naik drastis.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close