News

Maroko Kutuk Serangan Israel di Masjid Al-Aqsa


Merdeka.com – Maroko pada Sabtu mengutuk serangan Israel kepada jemaah Palestina di Masjid Al-Aqsa, kendati kedua negara menjalin kembali hubungan diplomatik pada 2020.

Negara kerajaan ini melalui Kementerian Luar Negeri mengungkapkan “kecaman kerasnya atas penyerbuan pasukan pendudukan Israel ke Masjid Al-Aqsa, penutupan gerbangnya, dan agresi mereka terhadap jemaah yang tidak bersenjata di area masjid.”

Pernyataan tersebut juga menyampaikan, Maroko “percaya bahwa agresi mencolok dan provokasi yang disengaja selama bulan Ramadan ini hanya akan mengobarkan kebencian dan ekstremisme, dan memperkecil kemungkinan dibukanya kembali proses perdamaian di kawasan itu,” dikutip dari Middle East Eye, Minggu (17/4).

Sebanyak 152 jemaah Palestina terluka ketika pasukan Israel menembakkan peluru karet, gas air mata, dan granat listrik di dalam halaman dan ruang salat masjid pada Jumat.

Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan 152 orang itu dievakuasi dari masjid dan dibawa ke rumah sakit terdekat, termasuk banyak korban yang mengalami luka di tubuh bagian atas. Rumah sakit Al-Makassed di Yerusalem Timur mengatakan mereka menerima 40 korban luka dari Al-Aqsa, dua dari mereka mengalami luka kritis.

Sedikitnya 400 orang juga ditangkap.

Maroko memperbaiki hubungan diplomatiknya dengan Israel pada akhir 2020 di bawah perjanjian yang difasilitasi pemerintahan Presiden AS Donald Trump saat itu yang juga mengakui klaim Maroko atas kedaulatan Sahara Barat yang disengketakan.

Tapi Maroko tetap menjadi Ketua Komite Al-Quds (Yerusalem) Organisasi Kerjasama Islam (OKI), yang bertugas melindungi Masjid Al-Aqsa dan warisan kebudayaan Yerusalem Timur yang diduduki Israel.

Raja Muhammad IV memberikan instruksi kecaman tindakan Israel itu disampaikan langsung kepada kepala perwakilan kantor Israel di Rabat, menurut Kementerian Luar Negeri.

Kementerian juga menyerukan PBB dan komunitas internasional untuk “segera mengintervensi untuk menghentikan pelanggaran dan agresi ini terhadap rakyat Palestina.”

[pan]





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.