TV

Larang Ekspor CPO Hantam Kesejahteraan Petani Sawit, Ini Alasannya


Minggu, 15 Mei 2022 – 14:43 WIB

VIVA – Anggota DPR RI Abdul Wahid menyayangkan, buntut dari larangan kebijakan ekspor Crude Palm Oil (CPO), 28 April 2022 yang lalu, harga TBS kelapa sawit turun drastis. Hal tersebut pun menghantam kesejahteraan petani.

Apalagi, dampak dari kebijakan itu diperaparah dengan beberapa perusahaan yang tidak menerima TBS dari kebun masyarakat. Mereka hanya mengelola dan menggunakan sawit dari hasil kebun sendiri. Dia pun mengaku juga banyak mendapat keluhan dari para petani dan pengurus Koperasi Unit Desa (KUD).

“Benar, kondisinya semakin mengkhawatirkan, di riau saya mendapat pengaduan, banyak koperasi dan pengepul berhenti mengambil TBS petani, dikarenakan pabrik tidak membeli” ungkap Wahid di Jakarta, Minggu, 15 Mei 2022.

“Ini jelas akibat dari pelarangan ekspor CPO, perusahaan tentu mengurangi produksi, bagi yang punya kebun sendiri tentu kelola yang ada, dan tidak membeli TBS masyarakat” lanjut Wahid.

Wahid mengatakan, hal ini seperti anomali. Di satu sisi Pemerintah mengeluarkan larangan kebijakan untuk menjaga pasokan bahan baku minyak goreng. Sehingga harganya di masyarakat bisa stabil.

“Di sisi lain petani harus terkena imbas, seharusnya kebijakan harus memberikan solusi,” tegas politis PKB ini.

Kelapa sawit



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close