TV

Kemiskinan di Kulon Progo karena Masyarakat Hidup Sederhana


Minggu, 26 Desember 2021 – 10:13 WIB

VIVA – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menilai tingginya kemiskinan di wilayah itu yang mencapai 18,38 persen atau 81.140 jiwa disebabkan masyarakat lebih memilih hidup sederhana, dibandingkan membelanjakan uang untuk kebutuhan konsumsi yang berlebihan.

Sekretaris Daerah Kulon Progo Astungkara di Kulon Progo, Minggu mengatakan berbicara kemiskinan adalah indikator. Karena indikator yang digunakan untuk acuan masih menggunakan data dari Badan Pusat Statistik, maka kemiskinan di Kulon Progo akan tetap tertinggi.

“Gini rasio Kulon Progo antara 36 sampai 39. Hal ini sudah menggambarkan. Masyarakat Kulon Progo lebih memilih hidup sederhana, dibandingkan masyarakat Kota Yogyakarta. Mereka dikatakan miskin, tidak mempersoalkannya. Mereka makan nasi dan puasa sudah biasa,” kata Astungkara.

Selain itu, menurut dia, tingginya kemiskinan di Kulon Progo disebabkan pola pikir masyarakat yang lebih mudah dikatakan miskin dibandingkan masyarakat yang mampu. Contohnya, masyarakat masih meminta BPJS Kesehatan dibiayai Pemkab Kulon Progo.

“Artinya, masyarakat lebih memilih dilabeli miskin. Kami tidak bisa berbuat banyak. Itu pilihan masyarakat,” katanya.

Embung Banjaroya Kulon Progo.

Embung Banjaroya Kulon Progo.

Ia mengatakan setiap tahun, Pemkab Kulon Progo ditargetkan Pemda DIY untuk penurunan angka kemiskinan sebesar 3 persen. Hal itu tidak mungkin, dan berat.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close