News

Kasus Ferdinand Hutahaean Dilimpahkan, Pelapor: Polri Tegakkan Hukum dengan Adil : Okezone Nasional



JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri melimpahkan tanggung jawab tersangka beserta barang bukti atau tahap kedua kasus ujaran kebencian bermuatan SARA tersebut kepada jaksa penuntut Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat.

Artinya, kasus dugaan ujaran kebencian bermuatan SARA yang menjerat Ferdinand Hutahaean telah lengkap atau P21.



(Baca juga: Ferdinand Hutahaean Sudah Diserahkan ke Kejari Jakpus)

“Hari ini, tadi pagi tanggal 24 Januari 2022, pukul 10.00 WIB telah dilakukan penyerahan tahap dua, yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti atas perkara tersangka Saudara Ferdinand Hutahaean dari penyidik Direktorat Siber Bareskrim Polri ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan, di Mabes Polri, Senin 24 Januari 2022.

Proses pelimpahan tahap II tersebut, nantinya akan ditindaklanjuti dengan persiapan Ferdinand Hutahaean segera diadili dalam proses persidangan atas perkara yang menjeratnya. “Dan akan dilimpahkan tahap kedua,” katanya.

(Baca juga: Ferdinand Hutahaean Sampaikan Permintaan Maaf dari Balik Penjara)

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak Penyidik Cyber Crime Bareskrim Polri, yang telah cepat dan responsif dalam penanganan perkara tindak pidana menyebarkan berita bohong dengan menggunakan isu SARA dan menimbulkan keonaran yang dilakukan oleh tersangka Ferdinand Hutahaean.

“Sehingga pada hari ini Senin tanggal 24 Januari 2022 penyidik telah menyerahkan tersangka Ferdinand Hutahaean berikut barang bukti ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat,”ujar Haris.

Dalam hal ini, dia secara terbuka juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sekaligus menepis isu yang selama ini beredar di masyarakat bahwa hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas

“Kapolri dan jajaran telah membuktikan bahwa Polri saat ini benar-benar menegakkan hukum yang seadil-adilnya tanpa memandang latar belakang baik Pelapor maupun Terlapor,”tutupnya.

Senada dengan Haris, Ketua Bidang Hukum DPP KNPI Medya Rischa Lubis juga menjelaskan bahwa penyerahan tersangka dan barang bukti atau biasa disebut pelimpahan Tahap II dari Penyidik Bareskrim Polri kepada Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat menunjukkan bahwa berkas penyidikan atas nama Tersangka Ferdinand Hutahaean telah dinyatakan lengkap (P21) oleh JPU dan akan segera disidangkan di pengadilan.


“Jika dilihat dari timeline sejak masuknya laporan polisi pada tanggal 5 Januari 2022, dan pada hari ini tanggal 24 Januari 2022 sudah pelimpahan tahap II, maka proses penanganan perkara sangat cepat dan responsif,” ujarnya.

Dalam hal ini kata, Polri patut diberi apresiasi atas kinerjanya dalam menindak para terduga pelaku SARA seperti Ferdinand Hutahaean ini, hal ini membuktikan bahwa Equality before the law memang benar benar ada di Indonesia. “Atau semua orang sama di mata hukum,”tandasnya.

Sebelumnya, tersangka kasus dugaan ujaran kebencian bernuansa SARA, Ferdinand Hutahaean, menyampaikan permintaan maaf dari balik Rutan Bareskrim Polri. Permintaan maaf itu disampaikannya lewat surat.

Pengacara Ferdinand, Rony Hutahaean menjelaskan, surat tersebut dititipkan kepada dirinya untuk disampaikan kepada seluruh elemen masyarakat.

“Beliau menitipkan surat untuk kami sampaikan kepada kawan-kawan media yang isinya adalah permohonan maaf dari hati yang paling dalam kepada masyarakat warga negara Indonesia, tokoh agama, ulama, tokoh politik dan seluruh masyarakat,” kata pengacara Ferdinand, Rony Hutahaean kepada wartawan, Jakarta, Senin (17/1/2022).



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close