TV

Jelang Perayaan Nyepi, Gubernur Bali Izinkan Warga Gelar Pawai Ogoh-ogoh


WowKeren
Pada perayaan Nyepi tahun 2022, jatuh pada tanggal 3 Maret. Sebagaiamana diketahui, perayaan Nyepi identik dengan Pawai Ogoh-ogoh.

Mengingat perayaan Nyepi di tahun ini masih berada di pandemi COVID-19, pemerintah Bali pun memberlakukan sejumlah aturan. Meski demikian, Gubernur Bali, Wayan Koster memberikan izin atau kesempatan kepada para yowana alias generasi muda untuk melaksanakan pawai Ogoh-ogoh pada malam rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1944.

Adapun keputusan tersebut diberikan setelah Koster berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Bendesa Agung dan Penyarikan Agung Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali. Sehingga ia pun meminta para generasi muda untuk meneruskan membuat Ogoh-ogoh.

“Saya sebagai Gubernur Bali bersama Majelis Desa Adat Provinsi Bali menyetujui keinginan yang disampaikan melalui aspirasi para Yowana MDA Provinsi, Kabupaten, Kota se-Bali,” tutur Koster dalam keterangan tertulis, Kamis (17/2). “Kepada para yowana yang sudah membuat Ogoh-ogoh, saya minta teruskan dibuat sampai selesai, sampai tuntas, jangan berhenti sebelum tanggal 2 Maret 2022.”

Lebih lanjut, Koster juga menyebutkan bahwa para yowana seluruh Bali tidak perlu ragu-ragu lagi dan pawai Ogoh-ogoh bisa dilaksanakan di lingkungan atau banjar dengan maksimum 25 yowana dan Ogoh-ogoh ramah lingkungan tanpa bahan plastik dan styrofoam dilakukan dengan disiplin protokol kesehatan (prokes).

“Pakai masker, sudah divaksin dua kali, menyediakan hand sanitizer, dan mengikuti swab antigen yang difasilitasi secara gratis oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali,” lanjut Koster.

Selain itu, Koster mengaku sangat menghargai dan mengapresiasi hasil karya seni, inovatif, kreatif dari para generasi muda Bali dan sebagai bagian dalam membangun karakter dan jiwa seni serta budaya dalam produk Ogoh-ogoh yang diciptakan.

Maka dari itu, seperti yang dilakukan pada tahun 2021 lalu, di tahun ini, akan dilakukan penilaian terhadap Ogoh-ogoh dan hasil dari penilaian itu nanti akan dijadikan dasar untuk memberikan hadiah yakni hasil karya terbaik untuk tiga Ogoh-ogoh di masing-masing Kecamatan.

“Ini akan diproses oleh tim penilai yang turun ke masing-masing banjar untuk menilai karya Ogoh-ogohnya,” tandas Koster. “Yang dinilai ini bukan perlombaannya, tapi karya dari Ogoh-ogohnya, dengan berdasarkan kreasi dan inovasi.

(wk/tiar)





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close