News

Inovasi Teknologi Harus Punya Manfaat Bagi Manusia


Merdeka.com – Tak bisa dimungkiri, perkembangan teknologi terjadi begitu cepat. Mulai dari era revolusi industri pertama hingga keempat, rentang waktu yang dibutuhkan antar zaman itu relatif semakin cepat. Seperti halnya di era digital saat ini. Banyak sekali teknologi-teknologi baru yang bermunculan. Di satu sisi, tidak jarang kemunculan teknologi baru menggerus nilai-nilai dalam sebuah budaya bangsa maupun agama.

Muhammad Fajrin Rasyid, Direktur Digital Business Telkom mengatakan, hal ini memang menjadi tantangan bersama. Pergeseran nilai-nilai itu, barangkali juga tidak hanya terjadi di Indonesia saja.

“Kalau saya melihat sisi lain lagi bahwa teknologi secara umum itu netral. Dalam arti, kita bisa memanfaatkan teknologi sebagai tools yang dapat mengarahkan kebaikan ataupun sebaliknya. Kalau kita melihat teknologi yang ada sekarang, katakanlah kita melakukan live streaming melalui YouTube, artinya kita menggunakan teknologi YouTube untuk menebar kebaikan. Tetapi kita juga bisa menggunakan YouTube untuk menonton hal-hal yang kurang positif,” kata Fajrin saat diskusi Pengajian 5.0 yang bertajuk Budaya Inovasi dalam Islam yang ditayangkan di channel YouTube Masjid Istiqlal TV, Selasa (12/4).

Dilanjutkan Fajrin, hal ini sudah sepantasnya menjadi kesadaran masyarakat secara bersama-sama untuk menjadikan teknologi sebagai sesuatu yang bermanfaat. Hal senada juga dikatakan oleh Ilham Habibie. Ketua Dewan Pembina Habibie Center ini mengungkapkan bahwa kehadiran teknologi harus memiliki tujuan dan manfaat.

“Kadang kita sebagai manusia lupa, teknologi itu untuk apa. Teknologi itu kan diciptakan untuk menyelesaikan masalah. Jadi selalu harus ada tujuan. Tapi kadang teknologi diciptakan tanpa kita tahu itu untuk apa. Nah itu, yang kadang membuat kebingungan kita,” ungkap Ilham.

Misalnya, lanjut Ilham, saat teknologi dibuat untuk tujuan tertentu namun dalam perjalanannya menyebabkan terjadinya masalah-masalah di masyarakat. Menurutnya, ini justru bukannya teknologi membantu umat manusia, tetapi justru sebaliknya.

“Saya kira itu menjadi tantangan bagaimana kita punya sikap terhadap teknologi itu di mana jelas teknologi dibuat oleh manusia untuk membantu manusia. Bukan malah membuat masalah,” terangnya.

[faz]





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close