News

Idap Peyakit Kronis? Hindari Tidur Kurang dari Enam Jam


Penderita komorbid berisiko serangan jantung atau stroke bila kurang tidur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bagi orang-orang yang mengidap penyakit kronis, mendapatkan tidur yang cukup memainkan peran besar dalam memelihara kesehatan. Tidur kurang dari enam jam per hari setiap malam dapat membuat penderita penyakit kronis berisiko dua kali lipat mengalami kematian dini.

Hal ini diungkapkan dalam sebuah studi yang dilakukan peneliti dari Pennsylvania State College of Medicine. Dalam studi ini, ada sekitar 16 ribu orang dewasa yang terlibat sebagai partisipan. Para partisipan dipantau kesehatan dan pola tidurnya selama 20 tahun.

Hasil studi yang dimuat dalam Journal of the American Heart Association menunjukkan penderita penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi atau diabetes berisiko dua kali lebih besar untuk mengalami serangan jantung atau stroke fatal bila kurang tidur. Kurang tidur yang dimaksud dalam studi ini adalah tidur kurang dari enam jam per malam.

Tak hanya berkaitan dengan risiko kematian akibat serangan jantung dan strok, kurang tidur juga dapat meningkatkan risiko obesitas penderita penyakit kronis. Risiko stres dan suasana hati yang rendah atau murung pun bisa ikut meningkat bila penderita penyakit kronis kurang tidur.

Dampak buruk lain dari kurang tidur yang bisa terjadi adalah menurunnya kebugaran. Selain itu, kurang tidur bisa meningkatkan kadar inflamasi di dalam tubuh.

“Kita tahu bahwa ada hubungan erat antara tidur dan sistem imun,” jelas ketua tim peneliti dan psikolog tidur Julio Fernandez-Mendoza, seperti dilansir Men’s Health, Jumat (24/12).

Untuk menunjang kesehatan tubuh yang optimal, sangat dianjurkan untuk tidur malam selama 6-8 jam. Agar tidur menjadi lebih mudah, coba buat suasana yang mendukung di kamar tidur, seperti suasana yang tenang dan terhindar dari kebisingan serta redup.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close