TV

Eksperimen Benih Yang Ditanam di Tanah Bulan Berhasil Bertunas, Kemajuan Besar untuk Masa Depan


WowKeren
Para ilmuwan untuk pertama kalinya menanam benih di tanah bulan yang dikumpulkan oleh para penjelajah bulan milik badan antariksa AS, NASA. Hal itu menjadi sebuah pencapaian yang menjanjikan penggunaan tanaman bumi untuk mendukung pos terdepan manusia di dunia lain.

Pada Kamis (12/5), para peneliti di Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka telah menanam benih gulma berbunga kecil yang disebut Arabidopsis thaliana dalam 12 wadah berukuran bidal kecil. Masing-masing berisi sampel kecil bahan yang diambil selama misi Apollo pada tahun 1969 dan 1972.

Tanah Bulan, juga dikenal sebagai regolit bulan, diketahui memiliki partikel yang tajam dan kekurangan bahan organik, sangat berbeda dari tanah di Bumi. Oleh karena itu tidak diketahui apakah benih akan berkecambah. Tapi siapa sangka, setelah dua hari, mereka bertunas dan tumbuh.

“Ketika kami pertama kali melihat banyaknya kecambah hijau yang tersebar di semua sampel, kami tercengang,” kata profesor ilmu hortikultura, Anna-Lisa Paul, direktur Pusat Penelitian Bioteknologi Interdisipliner Universitas Florida dan co-pemimpin studi yang diterbitkan dalam jurnal Communications Biology.

“Tanaman bisa tumbuh di regolith bulan. Satu pernyataan sederhana itu sangat besar dan membuka pintu untuk eksplorasi masa depan menggunakan sumber daya yang ada di bulan dan kemungkinan Mars,” lanjutnya.

NASA sedang bersiap untuk kembali ke Bulan sebagai bagian dari program Artemis. Di mana tujuan jangka panjangnya adalah untuk membangun kehadiran manusia yang langgeng di permukaan bulan.

“Penelitian ini sangat penting untuk tujuan eksplorasi manusia jangka panjang NASA. Kita perlu menggunakan sumber daya yang ditemukan di Bulan dan Mars untuk mengembangkan sumber makanan bagi astronot masa depan yang tinggal dan beroperasi di luar angkasa,” kata Administrator NASA Bill Nelson.

Dia menambahkan penelitian itu juga merupakan contoh bagaimana NASA bekerja “untuk membuka inovasi pertanian yang dapat membantu kita memahami bagaimana tanaman dapat mengatasi kondisi stres di daerah yang kekurangan makanan di Bumi”.

Rekan pemimpin studi Rob Ferl, asisten wakil presiden penelitian Universitas Florida, mengatakan dia merasa “senang melihat kehidupan melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya”.

“Melihat tanaman tumbuh adalah pencapaian yang mengatakan bahwa kita bisa pergi ke bulan dan menanam makanan kita, membersihkan udara kita dan mendaur ulang air kita menggunakan tanaman seperti yang kita gunakan di Bumi ini. Ini juga merupakan wahyu yang mengatakan bahwa kehidupan terestrial tidak terbatas pada Bumi, ” pungkasnya.

(wk/amel)





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close