News

Demo Mahasiswa di Makassar dan Palopo Ricuh, 17 Orang Diamankan Polisi


Merdeka.com – Aksi demonstrasi 11 April dilakukan mahasiswa Kota Makassar berakhir ricuh. Kepolisian setidaknya mengamankan 10 orang dalam demonstrasi berakhir ricuh tersebut.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Sulsel), Inspektur Jenderal Nana Sudjana mengatakan demonstrasi diikuti setidaknya dua ribu mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Makassar. Sayangnya dalam aksi tersebut ada sejumlah kelompok yang menyusup dengan melakukan pelemparan.

“Kemudian ada penyusup yang kami tidak duga awalnya. Kemudian dari pendorongan dan penyusup tadi melempar anggota, sehingga kami amankan 10 orang,” kata Nana kepada wartawan, Senin (11/4).

Mantan Kapolda Jawa Barat ini mengaku 10 orang yang diamankan tersebut masih dilakukan identifikasi. Nana juga membantah adanya personel polisi terluka akibat bentrok tersebut.

“Anggota tidak ada yang luka,” tutur dia.

Nana menyayangkan demonstrasi di Kota Makassar berakhir ricuh. Pasalnya, sejak awal demonstrasi berjalan dengan aman.

“Awalnya berjalan baik dan kita sudah berkoordinasi dengan DPRD provinsi kami mediasi dan diterima dengan baik. Nah, ketika menjelang akhir, ada beberapa kelompok yang melakukan aksi dan saya melihat itu bukan dari mahasiswa,” ungkapnya.

Ia mengaku kelompok tersebut melakukan pelemparan ke kantor DPRD Sulsel. Saat situasi mulai memanas, polisi masih bisa menahan diri.

“Mereka ini sudah kita peringatkan untuk menghentikan pelemparan, karena akan merusak. Rupanya tidak digubris mau tidak mau kami melakukan pendorongan dan terpaksa melakukan tembak gas air mata sebagai peringatan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Palopo, Ajun Komisaris Besar Yusuf Usman mengungkapkan aksi demonstrasi mahasiswa di DPRD Palopo berakhir ricuh diduga ada pihak lain yang melakukan provokasi. Ia mengaku sejumlah orang diduga sebagai provokator telah diamankan di Mapolres Palopo.

“Sudah diamankan di Polres. Ada sekitar tujuh orang yang diduga berupaya melakukan provokasi dan sementara masih diinterogasi,” sebutnya.

Terkait identitas diduga provokator, Yusuf enggan mengungkapkan. Alasannya, penyidik masih melakukan penyelidikan.

[cob]





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close