TV

Cerita Bule Mualaf Dihina Habis-habisan oleh Sang Ayah


Kamis, 16 Desember 2021 – 05:00 WIB

VIVA – Namanya Stijn. Pria asal Brussel, Belgia yang telah menetap di Turki ini memutuskan untuk menjadi seorang mualaf. Sebelum memeluk agama Islam, Stijn merupakan seorang Atheis

Stijn mengungkap bahwa alasan dirinya memilih agama islam sebagai agamanya lantaran menurutnya Islam merupakan agama yang benar.

“Saya dulu tidak percaya pada apa pun. Saya sepenuhnya Atheis. Tapi alasan mengapa Islam bagi saya adalah agama yang benar adalah kita memiliki sesuatu yang disebut tauhid, itu semacam Keesaan Tuhan dan konsep tentang Islam sangat jelas. Itulah mengapa Islam bagi saya adalah agama yang paling murni karena paling dekat dengan sumber dari mana ia berasal,” kata dia, dikutip dari YouTube Osmanli Media, Rabu, 15 Desember 2021.

Lebih lanjut, keputusannya untuk menjadi muslim itu sempat ditentang oleh orang tuanya terutama sang ayah. Mengingat kedua orang tua Stijn adalah seorang Atheis tulen. Beruntungnya, ibu Stjin memberikan kebebasan kepada sang putra.

“Setelah satu hari saya masuk Islam, saya memberi tahu ibu saya secara langsung dan dia menerimanya dengan sangat baik , arena saya paham betul ibu saya adalah wanita yang berpikiran terbuka. Dia dulu tinggal dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda. Dia dulu juga belajar di luar negeri,” jelasnya.

Ilustrasi Ramadhan/berdoa.

Ilustrasi Ramadhan/berdoa.

“Jadi saya tahu dia memiliki perspektif yang luas dan dia berkata dengan sangat lembut seperti, ‘Oke anda tahu saya tidak percaya pada Islam. Saya tidak menerimanya, tapi kamu tetap selalu jadi anak saya dan saya akan selalu mencintaimu apa pun yang kamu yakini’. Jadi 50 persen dari ujian mualaf sudah selesai,” ungkap Stijn.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close