TV

Boyamin MAKI Anggap Tak Wajar jika Brigjen Hendra Pakai Jet Pribadi


Kamis, 22 September 2022 – 21:58 WIB

VIVA Politik – Lembaga swadaya masyarakat Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) menyebut pesawat jet pribadi yang ditumpangi Brigadir Jenderal Polisi Hendra Kurniawan saat mengunjungi keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) di Jambi merupakan bentuk gratifikasi.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman menilai tak wajar seorang perwira polisi menumpangi pesawat jet pribadi. “Karena anggaran polisi itu terbatas. Kalau anggaran pribadi rasanya juga susah. Duitnya juga bisa-bisa sampai Rp 500 juta–antara Rp 250 juga sampai Rp500 juta–harga sewanya aja, ke sana kemari,” ujarnya kepada wartawan, Kamis, 22 September 2022.

Hendra, katanya, tak dalam rangka tugas dinas saat terbang ke Jambi dan, karena itu, dia menduga hal tersebut terkategori ranah gratifikasi.

Seali Syah dan Brigjen Hendra Kurniawan

Seali Syah dan Brigjen Hendra Kurniawan

“Dalam posisi itu, saya yakin bukan tugas kepolisian yang resmi saat itu. Karena langsung berangkat kan itu, karena disuruh memberi tahu. Beda dengan surat penugasan segala macam kan dari mana anggarannya juga ada. Tapi kalau ini saya yakin tidak dibiayai oleh anggaran kedinasan. Maka, saya menduga itu gratifikasi, karena bisa aja menyewa murah dapat diskon atau bahkan gratis, atau dibayar belakangan. Itu aja kan juga sudah termasuk fasilitas,” ujarnya.

Dia meminta Polri mendalami siapa dalang di balik penyediaan pesawat jet pribadi tersebut. Dalam berita acara pemeriksaan, katanya, memang disebut bahwa Hendra menumpang pesawat jet pribadi ke Jambi.

Perintah Ferdy Sambo



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.