TV

Bima Arya Siap Maju di Pilkada DKI, Anggap Pertarungan Lebih Mudah


Jumat, 15 April 2022 – 15:30 WIB

VIVA – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto tak ragu-ragu menunjukkan niatnya untuk maju mencalonkan diri dalam pilkada DKI Jakarta tahun 2024. Dia mengakui memang ada yang menyarankannya maju dalam pilkada Jawa Barat tetapi dia berterus terang merasa lebih tertantang berkompetisi di DKI Jakarta.

Meski sebagian kalangan menaksir pilkada DKI Jakarta akan lebih berat dan keras dibanding pilkada Jawa Barat, Bima justru menganggap sebaliknya. Bisa jadi, katanya dalam wawancara eksklusif dengan The Interview di Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis, 7 April 2022, pilkada DKI Jakarta tak seberat yang banyak orang bayangkan.

“Mungkin Jakarta lebih berat? Bisa jadi enggak,” katanya. Sebaliknya, dia melanjutkan, “mungkin Jawa Barat yang lebih berat, ketika konfigurasi aktornya ternyata mengarah kepada pertarungan yang lebih ketat di Jawa Barat.”

Bima Arya Wali Kota Bogor

Bima Arya Wali Kota Bogor

Berdasarkan hitung-hitungan sederhana, katanya, pilkada Jawa Barat akan lebih menghabiskan banyak biaya dan energi terutama karena provinsi itu populasinya terbesar di Indonesia dan wilayahnya lebih luas dibanding Jakarta. Ditambah lagi, tak semua wilayah di Jawa Barat terjangkau teknologi informasi untuk memudahkan kampanye, sosialisasi, dan komunikasi dengan masyarakat sehingga mesti mengandalkan metode tatap muka.

Pada intinya, kata Bima, pilkada Jawa Barat akan “high cost (berbiaya mahal) luar biasa”. Sedangkan dalam pilkada DKI Jakarta, menurutnya, “boleh diasumsikan pertarungannya lebih keras, tapi kalau kita punya cara yang pas, dengan memanfaatkan IT (teknologi informasi), dan komunikasi publik yang efektif lewat media, mungkin tidak sekeras dan seberat Jawa Barat”.

Wakil Ketua Umum PAN itu juga memedomani tiga prinsip utama untuk memenangi kontestasi politik, berdasarkan pengalamannya dua kali mencalonkan diri sebagai wali kota Bogor, dan menang. Pertama, tren hasil survei yang bagus–popularitas dan elektabilitas meningkat yang ditunjukkan dengan data survei. Kedua, momentum politik yang tepat dan berpihak. Ketiga, komunikasi politik yang mampu menggalang banyak dukungan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.