News

Biar Tak Kena Denda, Begini Trik Bayar Pajak Kendaraan Tepat Waktu


Merdeka.com – Punya kendaraan memang memudahkan mobilitas saat bepergian. Namun, selain dikendarai ke berbagai lokasi, pemilik kendaraan juga wajib memperhatikan perawatan hingga administrasi yang berkaitan dengannya, seperti bayar pajak. Sebab jika diabaikan, dampaknya bisa membuat kendaraan tak lagi bisa dipakai berkendara di jalanan secara leluasa.

Adapun jenis pajak kendaraan bermotor sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu pajak kendaraan bermotor tahunan dan pajak kendaraan bermotor lima tahunan. Pajak kendaraan bermotor tahunan harus rutin dibayarkan setiap tahun layaknya pajak penghasilan (PPh).

Sementara pajak kendaraan bermotor lima tahunan seperti namanya, wajib dibayarkan setiap lima tahun sekali. Pemilik kendaraan bermotor yang sudah membayar pajak lima tahunan ini biasanya akan mendapatkan penggantian pelat nomor kendaraan dan juga STNK.

Nah, supaya tak sampai kena denda, terapkan beberapa trik bayar pajak kendaraan bermotor tepat waktu berikut ini.

Pasang Reminder Jatuh Tempo Bayar Pajak Kendaraan di HP

dana baru

©Shutterstock.com

Kecanggihan teknologi ponsel pintar seperti sekarang ini harus dimaksimalkan. Salah satunya untuk membuat pengingat atau reminder jatuh tempo bayar pajak kendaraan bermotor. Paling tidak pasang sebulan sebelum jatuh tempo, sehingga bisa sekalian menyiapkan dananya saat awal gajian. Jika perlu pasang pengingat beberapa kali, agar denda keterlambatan membayar pajak kendaran bermotor ini tak sampai terjadi.

Ajak Keluarga Saling Mengingatkan Jatuh Tempo Bayar Pajak Kendaraan

dana baru

©Shutterstock.com

Dalam satu rumah biasanya ada beberapa kendaraan bermotor, sehingga akan lebih baik jika bikin kesepakatan di grup chat keluarga. Tujuannya agar bisa saling mengingatkan jatuh tempo bayar pajak, minimal kendaraan masing-masing. Misalnya, si kakak tak lupa mengingatkan bayar pajak kendaraan motor si adik, sehingga orang tua bisa membantu menyiapkan dana jauh-jauh hari. Kendati tampak konvensional, cara ini terbilang efektif untuk membebaskan diri dari denda bayar pajak kendaraan bermotor.

Lebih Aman dari Denda dengan Bayar Sebelum Jatuh Tempo Tiba

dana baru

©Shutterstock.com

Sejatinya bayar pajak tak perlu menunggu jatuh tempo tiba, alias bisa dibayarkan jauh-jauh hari. Misalnya seminggu atau dua minggu sebelum jatuh tempo sudah bisa dibayarkan. Untuk menentukan besarannya, ada aturannya tersendiri. Misalnya, kepemilikan satu kendaraan bermotor oleh orang pribadi paling tinggi sebesar 1,2%. Sedangkan untuk kendaraan kedua dan seterusnya akan dikenakan pajak paling tinggi sebesar 6%.

Begitu halnya dengan penghitungan besaran pajak yang harus dibayarkan, juga ada caranya sendiri. Di mana pajak kendaraan bermotor dapat diperoleh besarannya dengan mengalikan nilai jual kendaraan bermotor dan bobot, serta persentase pajak. Contoh gampangnya begini. Katakanlah Susi punya motor matic keluaran terbaru yang dibelinya setahun lalu seharga Rp15 Juta secara tunai di dealer motor.

Rp15 Juta merupakan nilai jual kendaraan bermotor dan bobotnya adalah satu. Kenapa? Karena kondisi masih baru dan masih dalam batas pemakaian normal. Persentase tarif pajaknya sebesar 2%, mengingat motor tersebut kendaraan bermotor pertama milik Susi. Maka jika dikalikan semuanya, hasilnya sebesar Rp300 Ribu. Jadi, pajak kendaraan bermotor yang harus dibayarkan Susi sebesar Rp300 Ribu untuk satu motor per tahunnya. Untuk memudahkan penghitungan, bisa memanfaatkan layanan e-Samsat.

Bayar Lebih Praktis secara Online dari Mana Saja

dana baru

©Shutterstock.com

Berkat teknologi pula, kini bayar pajak kendaraan bermotor bisa dilakukan secara online dari mana saja. Biar #BebasDrama dan gampang membayar pajak kendaraan bermotor ini secara tepat waktu, manfaatkan saja aplikasi DANA. Sebab, bayar pajak kendaraan bermotor hingga STNK di beberapa provinsi, seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara kini bisa lewat SIGNAL di aplikasi DANA.

Cara bayarnya pun cukup mudah. Sebelumnya pastikan dulu kamu sudah download aplikasi SIGNAL (Samsat Digital Nasional) di App Store atau Google Play Store, lalu registrasi sampai mendapatkan Kode Bayar. Jika sudah, buka aplikasi DANA, lalu tap Semua Layanan di Beranda DANA. Setelah itu tap SIGNAL, lalu masukkan Kode Bayar. Lanjutkan dengan tap Check Bill, kemudian tap Confirm & Bayar. Dalam sekejap, status dan bukti transaksi akan langsung muncul.

dana baru

Kabar baiknya lagi, buat pengguna yang belum pernah bayar pajak kendaraan bermotor maupun STNK via SIGNAL di aplikasi DANA, berkesempatan mendapatkan diskon hingga Rp25 ribu. Manfaatkan promo menarik ini agar bayar pajak kendaraan dan STNK lebih hemat dengan aplikasi DANA.

Yuk, download aplikasi DANA sekarang juga!

[tmi]





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.

close